JAKARTA – PT PLN Indonesia Power memperkuat strategi pembiayaan energi terbarukan melalui pelatihan Green Financing For Sustainable Energy Business yang digelar di Jakarta pada Senin-Selasa (08-09/06/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung transisi energi nasional menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Pelatihan tersebut diikuti perwakilan tim PT PLN Indonesia Power selama dua hari.
Melalui pelatihan ini, perusahaan membekali jajaran manajemen dan analis bisnis dengan pemahaman tentang green financing atau pembiayaan hijau yang dinilai penting dalam pengembangan proyek energi terbarukan.
Pemanfaatan instrumen pembiayaan hijau menjadi salah satu aspek penting dalam percepatan pembangunan energi bersih. Karena itu, PT PLN Indonesia Power berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia agar mampu memahami berbagai skema pendanaan yang tersedia untuk mendukung proyek berkelanjutan.
Pelatihan dipandu oleh Roni Sulistyo Sutrisno yang memiliki pengalaman di bidang manajemen keuangan strategis dan pembiayaan proyek energi. Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai penyusunan struktur pembiayaan yang efektif untuk proyek energi berkelanjutan.
Roni Sulistyo Sutrisno menjelaskan pentingnya memahami berbagai instrumen green financing, seperti green bonds, green loans, serta mekanisme pendanaan dari lembaga keuangan internasional. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membuka peluang pendanaan yang lebih luas bagi PT PLN Indonesia Power dalam memperkuat portofolio energi terbarukan.
Selama pelatihan berlangsung, peserta mempelajari sejumlah materi terkait pembiayaan hijau untuk bisnis energi berkelanjutan. Materi pertama membahas konsep dasar green financing dan perannya dalam mendukung transisi energi.
Selain itu, peserta juga mendalami berbagai instrumen pembiayaan hijau, mulai dari green bonds, green loans, sustainability-linked financing hingga mekanisme pendanaan multilateral yang banyak digunakan dalam proyek energi bersih.
Materi lainnya membahas teknik evaluasi proyek energi terbarukan melalui analisis kelayakan finansial berdasarkan kriteria Environmental, Social, and Governance (ESG). Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai peran lembaga keuangan internasional dalam mendukung pembiayaan proyek energi bersih di Indonesia.
Beberapa lembaga yang dibahas dalam pelatihan tersebut antara lain Asian Development Bank (ADB), KfW, dan World Bank. Selain peluang pendanaan, peserta juga mempelajari strategi identifikasi serta mitigasi risiko dalam implementasi instrumen pembiayaan hijau.
Bagi PT PLN Indonesia Power, pelatihan green financing ini menjadi langkah penting dalam mempercepat realisasi proyek energi terbarukan. Pemahaman yang lebih baik terhadap instrumen pembiayaan hijau diharapkan dapat membantu perusahaan mengoptimalkan akses pendanaan untuk berbagai proyek energi bersih.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pengembangan energi terbarukan sebagai bagian dari pencapaian target Net Zero Emission 2060.
Dukungan pembiayaan yang kuat dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat transformasi sektor energi nasional.
“Tim kami memahami betul strategis mengenai instrumen pembiayaan hijau yang sangat relevan dengan bisnis PT PLN Indonesia Power. Hal ini menjadi bekal penting dalam mengakselerasi pengembangan energi terbarukan di Indonesia,” ujar perwakilan manajemen PT PLN Indonesia Power.
PT PLN Indonesia Power menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengembangan energi terbarukan melalui pemanfaatan instrumen green financing. Langkah ini diharapkan mendukung peran perusahaan dalam transformasi energi nasional menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.