Asset Liability Management
Duha 0 Comments

Asset Liability Management (Bagian 2)

Rate this post

Pengantar

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan mengenai Asset Liability Management (ALM) sebelumnya. Pada bagian sebelumnya sudah dibahas elemen pertama dari ALM yaitu liquidity management. Pada bagian ini akan dijelaskan tiga elemen lainnya yang mencakup  Interest Rate Mangement, Forex Management dan Pricing Management.

Interest Rate Management

Risiko Tingkat Bunga adalah risiko yang dialami akibat dari perubahan tingkat bunga yang terjadi di pasar dan memberikan pengaruh terhadap pendapatan perusahaan serta likuiditas bank.

Perubahan tingkat bunga menyebabkan Bank menghadapi tiga risiko :

  • Risiko perubahan pendapatan, merupakan risiko yang disebabkan pendapatan bersih (hasil investasi dikurangi biaya) berkurang dari apa yang diharapkan, yang disebabkan oleh menurunya tingkat suku bunga, dalam hal ini bunga pinjaman.
  • Risiko perubahan nilai pasar, merupakan risiko terhadap perubahan nilai pasar aset atau kewajiban yang dimiliki perusahaan akbiat berubahnya tingkat suku bunga. Jika penurunan nilai aset lebih besar dibandingkan dengan penurunan nilai kewajiban, maka perusahaan mengalami kerugian dan sebaliknya, sebab tingkat bunga meningkat maka nilai sekuritas cenderung turun.
  • Risiko likuiditas, sesuai dengan yang telah dibahas sebelumnya. Jika suku bunga turun, maka publik akan mengambil dananya di bank dan diinvestasikan untuk usaha.¬† Jika suku bunga naik, maka publik cenderung menyimpan uangnya di bank karena aman.

Hal yang menyebabkan perubahan tingkat bunga adalah:

  • Kebutuhan dana, di mana apabila bank kekurangan dana, sementara permohonan pinjaman meningkat, maka yg dilakukan oleh bank agar dana tersebut cepat terpenuhi dgn meningkatkan suku bunga simpanan.
  • Peningkatan bunga simpanan secara otomatis akan pula meningkatkan bunga pinjaman, begitu juga sebaliknya.
  • Persaingan, di mana dalam memperebutkan dana simpanan, maka di samping faktor promosi, yang paling utama pihak perbankan harus memperhatikan pesaing.

Faktor-faktor yang mempengaruhi suku bunga adalah:

  • Kestabilan ekonomi makro, termasuk stabilitas sosial politik suatu negara.
  • Kebijaksanaan pemerintahm di mana bunga pinjaman dan simpanan tidak boleh melebihi bunga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah
  • Target laba yang diinginkan, jika laba yg diinginkan besar, maka bunga pinjaman ikut besar dan sebaliknya.
  • Jangka waktu, di mana semakin panjang jangka waktu pinjaman, maka semakin tinggi bunganya, hal ini disebakan besarnya kemungkinan resiko di masa mendatang.
  • Kualitas jaminan, di mana semakin likuid jaminan yang diberikan, semakin rendah bunga kredit yang dibebankan dan sebaliknya.

Dengan menggunakan sistem ALM, maka bank dapat memodelkan, mengkalkulasikan serta mensimulasikan secara akurat pengaruh hal-hal di atas terhadap perubahan tingkat suku bunga, sehingga keuntungan bank dapat dioptimalkan tanpa mengorbankan daya saing di pasar serta, teroptimalkannya keuntungan namun juga tetap terjaga risikonya. Interest rate management ini sangat erat kaitannya dengan liquidity management dan pricing mangaement.

Bagaimana dengan Forex management dan pricing management? Selanjutnya akan di bahas di artikel Asset Liability Management bagian III.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.